Majene — Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Majene melakukan reviu kurikulum berbasis capaian pembelajaran atau Outcome-Based Education (OBE) untuk memastikan arah pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dinamika sosial, serta kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan bertajuk “Reviu Kurikulum Outcome-Based Education Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam” tersebut berlangsung secara hibrid pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Lantai 2 Smart Lab STAIN Majene. Reviewer dan sejumlah pemangku kepentingan mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom.
Reviewer dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. H. Abdul Basit, M.Ag., Guru Besar Ilmu Dakwah UIN SAIZU Purwokerto, Dewan Pembina Asosiasi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis), sekaligus Asesor LAMSPAK.
Kegiatan dipandu Muh. Aswad, S.Kom.I., M.Sos., selaku Sekretaris Prodi KPI STAIN Majene, dan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Ushuluddin, Adab, dan Dakwah STAIN Majene, Dr. Muhammad Rais, M.Si.
Dalam sambutannya, Muhammad Rais menjelaskan bahwa reviu kurikulum di lingkungan Jurusan Ushuluddin, Adab, dan Dakwah dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Reviu dimulai dengan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) pada 18 Agustus, dilanjutkan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) pada 19 Agustus, dan ditutup dengan Program Studi KPI pada 20 Agustus 2026.
Kegiatan ini melibatkan beberapa pengguna alumni, yakni Kepala MAN 1 Majene, Kepala KUA Limboro, Kepala Stasiun RRI Mamuju, dan perwakilan TVRI Sulawesi Barat. Kepala MAN 1 Majene dan Kepala KUA Limboro hadir secara langsung di Smart Lab STAIN Majene, sementara Kepala Stasiun RRI Mamuju dan perwakilan TVRI Sulawesi Barat mengikuti kegiatan melalui Zoom. Selain pengguna alumni, hadir pula perwakilan alumni, perwakilan mahasiswa, dan segenap dosen Prodi KPI STAIN Majene.
Setelah pembukaan, Ketua Prodi KPI STAIN Majene sekaligus Ketua Tim Penyusun Kurikulum Prodi KPI, Dr. Nirwan Wahyudi AR, M.Sos., memaparkan garis besar rancangan kurikulum OBE. Pemaparan tersebut menjadi dasar bagi pengguna alumni, alumni, mahasiswa, dan dosen untuk memberikan tanggapan terhadap rancangan kurikulum yang sedang disusun.
Nirwan mengibaratkan kurikulum sebagai kompas yang menjadi penunjuk arah pembelajaran di program studi. Menurutnya, kurikulum perlu ditinjau secara berkala agar tetap adaptif terhadap perubahan.
“Kurikulum itu ibarat kompas yang menjadi penunjuk arah pembelajaran di program studi. Kompas harus dikalibrasi secara berkala agar tetap akurat. Begitu pula kurikulum harus terus ditinjau agar adaptif terhadap kondisi kekinian, baik perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dinamika sosial, maupun kebutuhan dunia kerja,” kata Nirwan.
Pemaparan rancangan kurikulum kemudian dilanjutkan dengan penyampaian respons dari pengguna alumni, alumni, mahasiswa, dan peserta lainnya. Berbagai masukan yang disampaikan bersifat konstruktif, terutama terkait penguatan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan pengguna lulusan, perkembangan dunia kerja, serta dinamika bidang komunikasi dan penyiaran.
Selanjutnya, Prof. Abdul Basit memaparkan hasil telaah terhadap draf kurikulum Prodi KPI STAIN Majene. Berbekal kepakaran di bidang Ilmu Dakwah serta pengalaman sebagai Dewan Pembina Askopis dan Asesor LAMSPAK, ia memberikan sejumlah catatan perbaikan dan penguatan terhadap dokumen kurikulum.
“Dokumen kurikulum ini sudah baik, dengan beberapa catatan penguatan. Yang terpenting setelah dokumen ini difinalisasi adalah bagaimana semua pihak konsisten menggunakannya sebagai rujukan dalam proses pembelajaran,” ujar Abdul Basit.
Catatan dan rekomendasi reviewer kemudian dibahas dalam sesi diskusi bersama tim penyusun kurikulum dan peserta. Diskusi dilanjutkan dengan pembacaan poin-poin hasil reviu yang menjadi bahan tindak lanjut untuk penyempurnaan dan finalisasi dokumen kurikulum Prodi KPI STAIN Majene.
Melalui proses reviu yang melibatkan reviewer eksternal, pengguna alumni, alumni, mahasiswa, dan dosen, Prodi KPI STAIN Majene tidak hanya memperkuat dokumen kurikulum, tetapi juga memastikan arah pembelajaran tetap responsif terhadap perkembangan keilmuan, dinamika sosial, dan kebutuhan dunia kerja.